Rabu, 16 Juli 2014

my live

sulit, sangat sulit untuk melupakan sesuatu yang indah, yang berkesan dalam hidup, dan yang membuat hidup ini lebih berwarna. namun apa yang bisa dilakukan bila sesuatu yang indah itu harus pergi. pergi karena Tuhan menginginkannya kembali bersamaNya disisinya.

yaa, kematian memang sebuah misteri, tidak seorang pun yang tahu  kapan datangnya kematian. bisa saja tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok, bahkan satu jam yang akan datang. hal ini sama dengan kejadian yang pernah aku alami, saat aku harus kehilangan sosok figur yang sangat aku butuhkan. saat aku kehilangan kakak terbaik. memang aku dilahirkan sebagai anak tunggal untuk orang tuaku. namun aku sudah menganggapnya kakak, karena kebaikannya yang sudah memperlakukanku seperti adik kandungnya. 

pertemuan pertamaku dengannya saat aku mendapatkan tugas praktik industri disebuah instansi pemerintah. dia adalah mentorku selama aq praktik disana. berawal dari perkanalan, dan menjelaskan tugasku disana. mungkin karena sering bertemu dengannya, sering ngobrol dan mulai berbagi masalahku dengannya. dengan sabarnya dia mendengarkan segala keluh kesahku. dan selalu membantuku dalam memecahkan masalah. mengarahkanku, memberikanku wejangan nasehat yang menuntunku menjadi perampuan yang dewasa.kedekatan ini tak sebatas saat aku praktik disana. setelah tugas praktik industri selesai, kami masih menjalin hubungan dengan baik. masih sering bertemu diluar, bahkan dia mampir kerumah. orang tuaku pun suka dengan pribadinya. 

memang benar apa yang orang katakan, jika cinta datang karena kita sudah terbiasa. tidak kupungkiri jika aku mulai jatuh cinta dengannya. aku nyaman dengannya, aku merasa aman dengannya. n\tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaan ini kepadanya. aku malu, aku takut. dan aku hanya bisa memendam dan kuputuskan untuk tidak mengungkapkan kepadanya. bisa bersamanya setiap aku butuh, itu sudah cukup membuatku merasa aku memilikinya. aku tak ingin sikap dan sifatnya berubah saat dia tahu jika aku menyimpan rasa padanya. suatu hari dia bercerita kepadaku jika dia telah mengagumi sosok perempuan, yaa, dia jatuh cinta kepada wanita lain. sakit, sakit hati ini. tapi aku hanya bisa diam. ingin sekali aku mengungkapkan kepadanya jika aku cemburu, aku sakit saat aku mendengar apa yang dia katakan, jiak dia mulai jatuh cinta pada wanita lain. tapi aku tak bisa, aku bukan siapa-siapa. dia hanya menganggapku sebagai adiknya. segala rasa berkecamuk jati satu, apa yang aku harus aku lakukan? aku bahagia melihatnya bahagia, namun aku sakit saat dia memilih wanita lain. aku berusaha untuk menerima dan mengikhlaskan dia untuk wanita lain. aku belajar untuk mengubah rasa cinta ini, menjadi rasa cinta sebagai kakak. butuh waktu lama, sangat lama. dan aku tak bisa. 

aku memutuskan untuk pergi darinya. memutuskan hubunganku dengannya. aku mencoba untuk tidak berkomunikasi dengannya lewat bentuk apapun. .telfon dan pesan darinya tak pernah aku terima dan aku balas. aku mencoba untuk merubah pribadiku yang baru, dengan tujuan aku bisa melupakan rasa ini. aku mulai mencari kesibukan, menambah banyak teman. dan aku mulai menemukan kehidupan baru, lingkungan baru dan cinta baru. butuh waktu satu tahun untuk bisa move on darinya. dengan lelaki yang baru akumenjalin hubungan pacaran. kita jalan layaknya pasangan lainnya. aku sudah melupakan semua rasa itu, dan yang kurasakan hanya cinta pda pasanganku sekarang. satu waktu aku bertemu dengannya. ya, aku bertemu dengan orang yang dulu pernah hadir dalam hidupku. tapi aku sudah tak punya rasa itu lagi. aku sudah mengubah rasa itu menjadi rasa cinta kepada kakak. dia pun menanyakan kepadaku, mengapa aku tiba-tiba menghilang darinya. dengan senyum aku jelaskan semua kepadanya. terkejut dia mendengarkan semua penjelasanku. tak menyangka jika aku pernah mencintainya. dan aku menghilang darinya karena aku ingin move on darinya. 

hubungan kami semakin membaik. kembali seperi dulu, hanya berbeda pada perasaan saja. waktu terus berjalan, aku mulai memasuki dunia kerja. intensitas bertemu semakin berkurang, semakin jarang kita bertemu, bukan karena marah tapi karena kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing. kita hanya berkomunikasi lewat telfon dan pesan saja. satu waktu kita merencanakan untuk berlibur bersama. sudah ditetapkan tanggal dan waktunnya. yaitu tahun depan. karena jadwal pekerjaan ditahun ini sangat sibuk, dan tidak ada celah untuk cuti. kesibukan semakin banyak. intensitas komunikasi pun jarang, bahkan tidak pernah. suatu waktu, aku merasakan rindu kepadanya. disela-sela waktu aku mengirimkan pesan singkat kepadanya. aku hanya bertanya apa kabarnya. namun dia tak membalas pesanku. aku berfikir, mungkin dia sibuk dan tak sempat membalasnya. lima bulan berlalu tanpa komunikasi. aku mulai merasakan adanya kejanggalan, ada apa sebenarnya? apa dia benar-benar sibuk? atau ada apa? sampai pada akhirnya aku bertemu seorang teman sekolah yang dulu juga satu tempat praktik industri dulu. dia menanyakan kabarku, kujawab aku baik-baik saja. dan saat dia memberiku kabar yang sangat membuatku terkejut, dia memberiku berita jika kakakku sudah pergi meninggalkan kita semua karena kecelakaan. rasanya seperti tersambar petir disiang bolong. aku tak percaya dia telah pergi. aku menghubungi keluarganya dan meminta kejelasan yang sebenarnya terjadi. dan benar, dia benar-benar sudah pergi, tepatnya tiga bulan yang lalu.kecurigaanku terungkap sudah, terjawab sudah mengapa selama ini semua pesanku tak pernah dibalasnya. hancur sudah hati ini, kaki ini lemas, tak sanggup menopang tubuh ini. tergeletak tak sadarkan diri setelah aku mendengar penjelasan dari orang tuanya. tak mampu aku menahan derasnya air mata yang membasahi wajah ini. Tuhan, mengapa begitu cepat engkau menjemputnya. belum sempat aku melihatnya untuk terakhir kalinya. belum sempat aku membalas segala kebaikan yang sudah dia berikan untukku. mengapa kamu begitu cepat pergi meninggalkanku, mengapa kau tak menemuiku walau lewat mimpi? aku hancur, dan tak tahu harus berbuat apa. ada salah seorang adik kandungnya yang bilang kepadaku "almarhum berpesan, jika terjadi suatu hal yang buruk kepadaku, jangan pernah kamu atau siapapun memberitahunya. biarkan dia mengetahuinya sendiri. aku tak ingin membuatnya hancur untuk yang kedua kalinya." perkataan itu semakin membuatku lemas, aku tak berdaya. hingga saat terakhirnya pun, dia masih menjaga perasaanku. engkau sangat baik, karena itu Tuhan menginginkanmu bersamaNya. aku ikhlaskan dia pergi Tuhan, jaga dan tempatkanlah dia di surgaMu.

dan sekarang aku sendiri, tanpa dia. sampai kapanpun dia akan selalu ada dihati ini.


RIP. fuad hasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar