Kamis, 17 Juli 2014

the real of live

bumi ini bagaikan sebuah panggung sandiwara. begitu  banyak lakon yang dimainkan.peran antagonislah yang paling sering kita temui. sebagai contoh, banyak  orang yang menyamar menggunakan topeng kebaikan untuk menusuk kita dari belakang. kemunafikan seseorang untuk menutupi kebusukannya. dan tipu2 muslihat untuk mendapatkan keuntungan. sedangkan peran protogonis, bagiku hanya ada dicerita dongeng anak2 saja. sangat sulit kita menemukan sosok orang yang benar2 peduli, dan baik terhadap kita. kenapa diawal aku menuiskan jika bumi ini adalah sebuah panggung sandiwara? karna jalan hidup ini bagaikan skenario yang dirancang secara apik.butuh trik menipu untuk mendapatkan perhatian dan keuntungan untuk dirinya. dan butuh kebohongan untuk mendapatkan kekuasaan dan jabatan. dan butuh kata2 racun untuk mendapatkan penilaian terbaik. saat kita bahagia dalam keberhasilan yang  telah kita raih, begitu banyak orang yang mendekat dan dengan basa bsai memberikan ucapan selamat kepada kita atas keberhasilan kepada kita. kata2 itu bagaikan Hipnotis yang sangat dahsyat, sehingga kita larut dalam kata itu. setiap bantuan yang mereka tujukan pada kita segera kita bantu, sekan akan tak sanggup mengatakan kata TIDAK kepada mereka. dengan sepenuh hati kita membantunya. ibarat kata, biarkan kita berjalan pincang, kita rela merangkak untuk membantunya. tak ada sidikitpun dalam benak terlintas sebuah imbalan atau ucapan terima kasih.dan satt kita jatuh terhempas dalam kegagalan,keterpurukan melanda diri kita, tidak ada satu orangpun yang mendekat dan mengulurkan tangannya. seolah olah mereka seperti tak mengenal kita.tak pernah terlintas difikran, dan tek pernah mengharapkan ada bantuan. hanya mampu berusaha dengan sisa2 kegagalan yang telah kita terima. berusaha, berdoa dan berikhtiar. memohon kepada sang Kuasa. keringat menetes, air mata mengering. hanya semangat yang ada dalam diri kita. dan saat Tuhan mndengar dan mengabulkan doa kita. kita akan kembali diantarka pada sebuah pintu kesuksesan yang abadi. didepan pintu kesusesan tersebut, aku hanya bisa tersenyum kepada orang yang menganggap remeh tanpa menyimpan rasa dendam. hanya sebuah pembuktian, jika aku mampu dan aku sanggup melewati semuanya. 
hanya sebuah nasehat untuk diri kita,"janganlah kita bangga melihat orang disekitar kita berhasi sajal, dan tertawa saat orang itu terjatuh, tapi raihlah tangan itu dan bantu mereka sepenuh hati, melangkah bersama dalam munuju pintu kesuksesan yang abadi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar