bumi ini bagaikan sebuah panggung sandiwara. begitu banyak lakon
yang dimainkan.peran antagonislah yang paling sering kita temui. sebagai
contoh, banyak orang yang menyamar menggunakan topeng kebaikan untuk
menusuk kita dari belakang. kemunafikan seseorang untuk menutupi
kebusukannya. dan tipu2 muslihat untuk mendapatkan keuntungan. sedangkan
peran protogonis, bagiku hanya ada dicerita dongeng anak2 saja. sangat
sulit kita menemukan sosok orang yang benar2 peduli, dan baik terhadap
kita. kenapa diawal aku menuiskan jika bumi ini adalah sebuah panggung
sandiwara? karna jalan hidup ini bagaikan skenario yang dirancang secara
apik.butuh trik menipu untuk mendapatkan perhatian dan keuntungan untuk
dirinya. dan butuh kebohongan untuk mendapatkan kekuasaan dan jabatan.
dan butuh kata2 racun untuk mendapatkan penilaian terbaik. saat kita
bahagia dalam keberhasilan yang telah kita raih, begitu banyak orang
yang mendekat dan dengan basa bsai memberikan ucapan selamat kepada kita
atas keberhasilan kepada kita. kata2 itu bagaikan Hipnotis yang sangat
dahsyat, sehingga kita larut dalam kata itu. setiap bantuan yang mereka
tujukan pada kita segera kita bantu, sekan akan tak sanggup mengatakan
kata TIDAK kepada mereka. dengan sepenuh hati kita membantunya. ibarat
kata, biarkan kita berjalan pincang, kita rela merangkak untuk
membantunya. tak ada sidikitpun dalam benak terlintas sebuah imbalan
atau ucapan terima kasih.dan satt kita jatuh terhempas dalam
kegagalan,keterpurukan melanda diri kita, tidak ada satu orangpun yang
mendekat dan mengulurkan tangannya. seolah olah mereka seperti tak
mengenal kita.tak pernah terlintas difikran, dan tek pernah mengharapkan
ada bantuan. hanya mampu berusaha dengan sisa2 kegagalan yang telah
kita terima. berusaha, berdoa dan berikhtiar. memohon kepada sang Kuasa.
keringat menetes, air mata mengering. hanya semangat yang ada dalam
diri kita. dan saat Tuhan mndengar dan mengabulkan doa kita. kita akan
kembali diantarka pada sebuah pintu kesuksesan yang abadi. didepan pintu
kesusesan tersebut, aku hanya bisa tersenyum kepada orang yang
menganggap remeh tanpa menyimpan rasa dendam. hanya sebuah pembuktian,
jika aku mampu dan aku sanggup melewati semuanya.
hanya sebuah
nasehat untuk diri kita,"janganlah kita bangga melihat orang disekitar
kita berhasi sajal, dan tertawa saat orang itu terjatuh, tapi raihlah
tangan itu dan bantu mereka sepenuh hati, melangkah bersama dalam munuju
pintu kesuksesan yang abadi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar